7 Penyakit Ayam Kampung atau Ayam Buras dan Cara Mengobatinya

Ayam kampung atau yang kita tahu bernama ayam buras (bukanras) adalah salah satu potensi unggas lokal, yang memiliki prospect dikembangkan terutama warga di pedesaan. Ayam buras, tidak hanya memiliki daya penyesuaian yang bagus dengan lingkungan barunya, pilihan pembeli pada ayam itu lumayan tinggi, ini bisa dibuktikan dengan keinginan pembeli akan produk unggas ini (daging dan telur) tiap tahunnya alami kenaikan.

ayam kampung


Di lain sisi, jika ayam buras lebih rawan pada serangan berbagai penyakit dibanding dengan jenis unggas yang lain, seperti itik, entok, angsa dan yang lain. Kesensitifan pada penyakit ini, membawa resiko pada lambannya kenaikan populasi ayam buras itu sendiri. Beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang pada ayam buras, baik yang memiliki sifat menular (Infeksius) dan non infeksius (tidak menular) di antaranya :


1. Penyakit Tetelo (ND=Newcastle Disease)

  • Penyebab : Virus dari golongan paramyxovirus.
  • Gejala medis : Sesak napas, kedengar bunyi ngorok, lemas, lemah, bulu kusam, sayap terkulai, leher kerap ketarik ke belakang, berputar, selera makan turun, jengger dan pial warna merah kebiru-biruan dan pada akhirnya mati. Tingkat kematian 80 -100 %.
  • Penularan : Lewat kontak langsung dengan ternak yang terkena, dan dapat terjadi kontak dengan ternak yang sakit, pakan, selama pengiriman, tikus, keong dan lain-lain. Penyakit ND ini menyerang disemua usia ayam tanpa terkecuali.
  • Penangkalan : Sanitasi kandang dan lingkungannnya, vaksinasi ND secara periodik.
  • Pengobatan : Tidak ada pengobatan yang andal.

2. Penyakit Cacing

  • Penyebab : Cacing.
  • Gejala medis : Lemas, kurang kuat, bulu kusam, selera makan turun dan kurus berat tubuh turun.
  • Penularan: Terjadi di saat makan pakan yang terkontaminasi, keadaan kandang yang lembab, becek dan berair.
  • Penangkalan : Sanitasi kandang dan lingkungannya.
  • Penyembuhan : Memakai preparat sulfa dan anti cacing. Obat tradisionil dapat memakai biji pinang atau daun papaya.


3. Penyakit Buang air besar Darah (Coccsidiosis)

  • Penyebab : Koksidia (protozoa).
  • Gejalaklinis : Lemas, kurang kuat, bulu kusam, selera makan turun dan kurus berat tubuh turun, kerap buang air besar bersatu darah.
  • Penularan : Kontak langsung dengan ayam yang sakit, lewat pakan dan air minum.
  • Penangkalan : Sanitasi kandang dan lingkungannya, jauhi ayam yang sakit dengan kelompok yang sehat.
  • Penyembuhan : Memakai preparat sulfa dan koksidiostat dalam pakan dan air minum. Dosis seperti dengan panduan pemakaian yang tercantum pada cap obat itu.


4. Penyakit Mata (Oxypilurasis)

  • Penyebab : Koksidia (protozoa).
  • Gejala medis : Lemas, kurang kuat, bulu kusam, selera makan turun dan kurus berat tubuh turun.
  • Penangkalan : Sanitasi kandang dan lingkunganya, jauhi kontak secara langsung dengan ayam yang sehat.
  • Penularan : Contact langsung dengan ayam yang sakit, perlengkapan kandang dan tempat pakan dan air minum.
  • Penyembuhan : Memakai preparat antibiotik. Dosis seperti dengan panduan pemakaian yang tercantum pada cap obat itu.


5. Penyakit Buang air besar Putih (Pullorum)

  • Penyebab : Bakteri (Salmonella Pullorum)
  • Gejala medis : Lemas, kurang kuat, bulu kusam, selera makan turun dan kurus berat tubuh turun, kerap buang air besar putih seperti pekapuran, keluar cairan (eksudat putih kekuningan kental dari rongga hidung, dan pada akhirnya mati. Tingkat kematian kira-kira antara 20 - 40 %.
  • Penularan : Kontak lansung dengan ayam yang sakit.
  • Penangkalan : Sanitasi kandang dan lingkungannya, Jauhi ayam yang sakit sama yang sehat (perlakuan isolasi).
  • Penyembuhan : Memakai preparat antibiotic terramicyn, oksitetrasiklin dan pemberian vitamin. Dosis sesuai panduan pemakaian yang tercantum pada cap obat itu.


6. Penyakit Bengkak Persendian Tulang Kaki

  • Penyebab : Kekurangan kalsium dan vitamin B kompleks
  • Gejala medis : Selera makan turun dan kurus berat tubuh turun, pincang dan kelumpuhan.
  • Penularan: pathogen dari induk ayam (parent stock) yang terinfeksi Ms, akan terbawa/mencemari DOC (ayam umur sehari) anakannya (final stock) di kandang komersial. Penularan Ms secara vertikal ini bisa berasal dari induk ayam di breeding farm ataupun kontaminasi di mesin tetas (hatchery). 
  • Penangkalan : Sanitasi kandang dan lingkungannnya, suplementasi kalsium dan pemberian vitamin B complex dalam pakan,
  • Penyembuhan : menggunakan antibiotik fluoroquinolon, makrolida, dan tetracycline.


7. Penyakit Pilek (Snot)

  • Penyebab : Bakteri Hemophillus Gallinarum
  • Gejala medis : Ayam selalu resah, selera makan turun dan kurus berat tubuh turun, rongga hidung keluarkan cairan kental (eksudat), kelopak mata jadi lengket , penurunan produksi telur.
  • Penularan: Lewat kontak langsung dengan ternak yang sakit
  • Penangkalan : Sanitasi kandang dan lingkungannya, Jauhi ayam yang terserang sama yang sehat.
  • Penyembuhan : Bisa dikasih obat dari golongan sulfa dan antibiotika yang disamakan dalam jumlah pemberian atau dosis yang tercantum dalam paket obat.

 

Demikian artikel tentang 7 Penyakit Ayam Kampung atau Ayam Buras dan Cara Mengobatinya, semoga bermanfaat.
Oi Pedia
Oi Pedia Saya adalah seorang penulis blog yang senang mengeksplorasi berbagai topik menarik. Saya suka menulis tentang perjalanan, makanan, hiburan, hingga teknologi dan bisnis.

Posting Komentar untuk "7 Penyakit Ayam Kampung atau Ayam Buras dan Cara Mengobatinya"