7 Cara Biar Ikan Guppy Anda Tidak Mudah Mati
Ikan Guppy merupakan ikan tropis dengan bentuk tubuh kecil yang cukup terkenal di Indonesia yang dijaga untuk ikan hias. Fakta ikan guppy benar-benar terkenal ialah sebab beberapa warnanya yang cantik serta berfariasi. Biasanya Ikan guppy sangatlah gampang dirawat serta sesuai untuk pemula. meskipun kuat, masih tetap ikan guppy ditemukan mati di akuarium tanpa ada tahu apa penyebabya.
7 Cara Biar Ikan Guppy Anda Tidak Mudah Mati
1. Kualitas Air
Fakta umum mengapa ikan guppy cepat mati ialah kualitas air yang jelek. Memberikan makan ikan sebetulnya dengan cara tidak langsung ikut peran mencemari air di akuarium Anda. Lama kelamaan pencemaran jadi tinggi sekali hingga guppy akan teracuni dan mati.
Air keran memiliki kandungan klorin yang kurang bagus untuk guppy. Walau menggunakan air keran untuk akuarium boleh-boleh saja, tapi air itu harus ditreatment lebih dulu dengan dideklorinasi sebelum dimasukkan di dalam akuarium. Anda bisa memakai zat anti klorin.
2. Aquarium tidak bersiklus
Ini terjadi pada banyak pemula. Anda barusan beli akuarium baru, isi air, lantas masukkan beberapa ekor ikan guppy. Sesudah 1 minggu atau beberapa waktu saja ikan-ikan guppy mulai mati serta Anda tidak mengerti apa sebabnya.
Masalah ini karena Anda tidak melakukan siklus di akuarium.
Sebelum Anda masukkan ikan di dalam akuarium, Anda harus lakukan siklus lebih dulu. Proses siklus umumnya memerlukan waktu 1-2 minggu, bergantung ukuran akuarium Anda.
Proses siklus akuarium ialah seperti berikut:
- Setting akuarium Anda (pasang filter, dekor, dan lain-lain) lantas tambahkan air ke dalamnya.
- Tambahkan deklorinator atau anti-klorin, Anda dapat beli obat ini di beberapa toko ikan.
- Tambahkan bakteri nitryfing atau bakteri starter, bisa didapat di beberapa toko ikan.
- Nyalakan filter serta tunggu kira-kira 1-2 minggu sampai bakteri baik mulai berkoloni di semua
Kemudian Anda baru dapat masukkan ikan. Beberapa waktu sesudah masukkan ikan, kerjakan tes untuk lihat apa bakteri bisa ikuti siklus nitrogen. Terus awasi akuarium minimal sepanjang 1 minggu.
3. Meningkatnya kandungan kadar amonia
Level amonia dalam akuarium selalu harus ada pada level 0 ppm. Oleh karena itu, semestinya di akuarium Anda tidak ada ammonia. Bakteri starter akan mengganti amonia jadi nitrit dan berubah menjadi nitrat. Berikut yang disebutkan dengan siklus nitrogen seperti diterangkan di atas.
Bertambahnya amonia bisa berasal dari faktor-faktor
- Sisa-sisa makanan ikan yang terurai dan berubah jadi ammonia.
- Ikan mati yang tidak dikeluarkan dari akuarium lantas membusuk bisa menaikkan kandungan ammonia.
- Filter kotor dapat juga berubah menjadi sumber besar ammonia.
- Substrat (gravel/pasir) yang kotor dapat mengakibatkan permasalahan amonia.
4. Pemberian pakan berlebihan
Orang-orang senang memberikan makan ikan serta memandang mereka makan. Tetapi, terlalu berlebih dalam memberikan makan ikan (overfeeding) itu benar-benar beresiko. Anda cukup memberikan makan ikan guppy dewasa sehari sekali.
Overfeeding bisa mengakibatkan banyak makanan tersisa. Sama seperti yang disebut sebelumnya, sisa makanan yang mengendap bisa mencemari akuarium serta bisa tingkatkan kandungan amonia.
Berilah makan ikan guppy dalam jumlah yang kurang lebih bisa dihabiskan dalam tempo 30 detik. Ulangilah proses ini hingga Anda ketahui takaran yang cocok.
5. Jangan tempatkan banyak guppy di dalam satu aquarium
Permasalahan ini dikatakan overcrowd atau overpopulated. Biasanya Guppy bereproduksi cukup cepat. Dalam sebulan, guppy betina bisa melahirkan kurang lebih 20-120 ekor. Itu penyebabnya kenapa akuarium yang lumayan besar jadi begitu penuh cuman dalam tempo beberapa waktu.
Overpopulasi ini dapat memunculkan permasalahan bukan hanya kepadatan yang berlebihan dan juga tingkat oksigen yang menjadi rendah. Kandungan oksigen yang rendah menyebabkan fatal buat guppy. Itu penyebabnya penting selalu untuk mengatur populasi guppy.
Anda dapat menyiasatinya dengan menempatkan ikan ke akuarium terpisah atau cuman masukkan ikan jantan ke akuarium Anda. Langkah ini bisa menolong Anda mengatur populasi ikan sampai batasan spesifik.
6. Menjaga suhu air tetap stabil
Ikan guppy adalah ikan tropis. Mereka tidak dapat bertahan hidup di air dingin. Guppy semakin menyukai temperatur air di antara 22-28 °C. Guppy bisa bertahan hidup di air dengan temperatur serendah 18 °C.
Air hangat cukup beresiko buat ikan guppy. Waktu air menghangat, tingkat kandung oksigen makin rendah. Air dengan temperatur di atas 28 °C, tingkat oksigen dapat benar-benar rendah sekali serta guppy dapat mati lemas.
7. Mengobati Guppy penyakit dan parasit ikan guppy
Karena genetika yang jelek serta kualitas air yang jelek guppy dapat sakit dan lebih cepat mati. Ada banyak penyakit detil guppy, tetapi penyakit yang umum ialah ick (white spot alias bercak-bercak putih pada badan), velvet (beberapa titik seperti bubuk memiliki warna keemasan pada badan), busuk sirip, serta fluke. Penyakit umum ini bisa Anda obati dengan obat-obat yang umum dipasarkan di toko ikan.
Demikian tujuh panduan agar ikan guppy Anda tidak mudah mati di akuarium serta tetap sehat. Mudah-mudahan artikel ini berguna.


Posting Komentar untuk "7 Cara Biar Ikan Guppy Anda Tidak Mudah Mati"
Posting Komentar